Tuesday, August 3, 2010

Pe-de (Percaya Diri) aja kalee


Saya melihat, mendengar, dan merasakan bahwa orang yang sukses adalah orang yang unik.


Bukan hanya dari cara berpikirnya saja, bahkan kebiasaannya pun unik.


Dengan tetap memegang aturan yang ada, dia mau melakukan hal-hal yang berbeda dari kebanyakan orang demi meraih apa yang ia inginkan.


Hal-hal negatif yang kebanyakan orang pikirkan terhadapnya bukanlah urusannya, karena yang terpenting adalah apa yang ia pikirkan tentang dirinya sendiri

Robert T. Kiyosaki mengatakan “apa yang dipikirkan oleh orang lain tentang diriku itu bukan urusanku” Karena ia percaya bahwa bagaimana orang memandang dirinya adalah tergantung dari bagaimana ia memandang dirinya sendiri.

Itulah yang membuat mereka sukses.

Bagaimanakah kita memandang diri sendiri?

LUAR BIASA!!!


Pola Umum Dalam Mencari Uang

Pola ini dianut oleh 90% orang diseluruh dunia, sedangkan di Indonesia sekitar 97% masyarakat Indonesia menganut pola ekonomi seperti ini.

90% Orang bekerja hanya memiliki 10% uang yang beredar. Bekerja setiap hari untuk mewujudkan RENCANA MASA DEPAN

Artinya Anda harus terus bekerja untuk menghasilkan uang dan mewujudkan rencana masa depan, kita ambil contoh 2 pertanyaan :

  1. Apakah Anda tetap menghasilkan uang apabila Anda tidak bekerja ?
  2. Sendainya Anda kerja secara terus menerus perlu berapa tahun untuk mewujudkan rencana masa depan Anda ?(coba dihitung dengan cara “sesuatu yang pengin Anda beli” dibagi dengan “jumlah uang yang bisa Anda tabung setiap bulannya!!”)

Robert Kiyosaki memberi nasehat, jika Anda masih di pola umum sebaiknya Anda segera mempersiapkan diri masuk ke pola "orang kaya" mengapa?

Karena pada pola umum ini :

  1. Pola pekerjaan tidak aman, untuk mendapatkan uang harus membarterkan waktu & tenaga. Kalau suatu saat tidak mempunyai waktu atau tenaga ( kecelakaan, sakit, kena PHK, etc ) sehingga tidak bisa bekerja, maka tidak akan mendapatkan uang. Kemudian RMD??
  2. Memiliki penghasilan yg Linier. Penghasilan rata-rata naik 0-20% per tahun padahal kebutuhan (BBM, tabung gas, air & listrik) naik 80-200% per tahun. Jadi hidup semakin lama semakin sulit. Bayangkan, sampai kapan kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita?

Wednesday, July 28, 2010

7 (Tujuh) Area Vital Seorang Penjual Professional

Kebanyakan orang hanya tau satu kunci menuju kekayaan saja yaitu kerja keras. Jika hanya diperbolehkan untuk nambahin satu kunci aja, pasti kunci tambahannya adalah "Kemampuan untuk Menjual".

Keterampilan penjualan ini dapat dipelajari dan ditiru. Sehingga terbuka lebar bagi siapapun yang ingin merubah hidupnya dari berkekurangan, penuh hutang, dan membosankan menjadi berkelimpahan, banyak investasi, dan berwarna.

Pada hari-hari kedepan blog ini akan dipenuhi dengan tips-tips tentang penjualan.
Salah satunya hari ini saya bagikan 7 area yang harus dikuasai dan ditingkatkan terus oleh seorang penjual professional. Hal ini saya peroleh dari buku karangan Brian Tracy
7 Area Vital Seorang Penjual Professional tersebut adalah :



AREA 1, SIKAP MENTAL POSITIF

Jika kita tidak positif dan optimis dan tidak memiliki keinginan untuk memperkenalkan kepada orang lain, bagaimana mungkin produk dan jasa tersebut akan bermanfaat bagi mereka.
Seorang penjual professional melakukan pekerjaannya sepenuh hati Full Heart sehingga sangat ENJOY dan penuh kebanggaan PRIDE

Bersambung...


Gambar : "Will smith dalam Pursuit of Happyness"

Monday, July 26, 2010

Bisnis Bagus = Tanpa Hutang

Keyakinan saya terhadap PT.DFI semakin bertambah ketika sudah menjalaninya. Meskipun bisnis yang dijalani masih pada tahap awal (penghasilannya belum besar) akan tetapi kaitannya dengan dunia bisnis dapat segera diambil.

Salah satunya adalah komitmen PT. PFI menjadi perusahaan milik putra bangsa yang dibangun tanpa utang. Sering kali kita mempresentasikan hal ini tapi tidak mengerti tentang kedahsyatan prinsip tanpa hutang ini.

Untuk membangun bisnis ini saya belum menduplikasi Pak Febrian untuk menjalankan perusahaan tanpa hutang. Saya berhutang untuk membuka 27HU saya dan saya pun berhutang untuk menjadi Card Agency. Alhamdulillah untuk Hak Usaha sudah kembali modal bahkan surplus, sedang untuk modal CA masih dalam perjalanan menuju BEP.

Hal ini ternyata diduplikasi oleh member saya, kartu hak usaha untuk aktivasi, tiket success seminar, dan pulsa juga diutangkan pada member-member lainnya.
Apakah ini salah? tentu tidak hanya saja perlu kita pelajari dampaknya.

Dampak berhutang atau meminjamkan ternyata cukup mempengaruhi bisnis kita. Kebanyakan hutang berakhir pada sulitnya pembayaran (kredit macet). Jika pembayaran hutang tidak lancar maka hubungan kerja menjadi tidak enak. Padahal silaturahmi adalah yang utama, hubungan baik, dan nama baik adalah yang utama. Transaksi akan baik jika hubungan telah baik.
Coba survey kepada para mantan agen pulsa yang telah berhenti/bangkrut. Kebanyakan tantangan yang dihadapi adalah banyaknya piutang yang belum dibayarkan dari pelanggan sehingga arus kas berantakan dan akhirnya gulung tikar.

Sampai nanti kita semua menjadi bronze, silver, gold, dan platinum hindarilah perilaku berhutang. Tirulah Pak Febrian.
Jika kita berhutang untuk menunjukkan bahwa kita telah sukses (berhutang BMW, Mercy, dll) maka arus kas kita akan berantakan dan bisnis kita akan kurang berkah
Tenang, santai, dan optimis. Belilah tunai saat kita mempunyai dananya. Hidup akan tenang dan damai. Bisnispun akan lancar karena arus kas di kantong kita baik.

Saran kepada diri sendiri adalah terus lakukan bisnisnya dan perbaikilah arus kasnya.
Perhatikan pemasukan serta biaya untuk menjalankan bisnisnya. Bangun terus asetnya dan jangan terburu-buru berprilaku konsumtif.

Pilih mana yang lebih menggiurkan saat anda telah sukses menjalankan bisnis???

1. Mempunyai Deposito/investasi syariah di Bank senilai 1Milyar (hasil bonus mingguan) dengan mobil avanza dari super reward DBS.

2. Mempunyai mobil BMW terbaru yang akhirnya lunas (setelah mencicil dari bonus mingguan) ditambah tabungan yang masih kecil jumlahnya.

Semua terserah kita yang menjalankannya. Mau pilih No.1 atau No.2

Bertindak cerdas mulai dari merintis usaha, jika sudah salah, perbaikilah.
Tiada kata Gagal yang ada hanya Sukses dan Belajar, Jika sudah Belajar maka saya sudah Sukses.

Ide Hari Ini : DUPLIKASILAH PAK FEB, BISNIS BAGUS = BISNIS TANPA HUTANG

Go Ex Crown!

Thursday, July 22, 2010

No Salesman

Pernah mendengar perkataan "Maaf saya belum tertarik", atau "Oke saya pikir-pikir dulu ya" dan perkataan sejenis lainnya?
Pada beberapa kejadian malah penjual ditolak sebelum masuk ke ruangan/rumah

Mengapa demikian? Kenapa orang tidak suka kepada seorang penjual?
Jawaban singkatnya adalah orang tidak suka dipaksa membeli sesuatu.
Penjual yang memaksa beli berarti dia sudah mengganggu calon pelanggan.

Seorang penjual professional mengerti sekali bahwa penjualan adalah taktik untuk menciptakan hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan melalui produk/jasa yang dijualnya. Jadi bukan hanya jualan tapi membangun relasi atau menyambung silaturahmi yang kuat.

Lalu gimana caranya supaya kemungkinan berhasilnya lebih besar?
Caranya adalah BERTANYA dan MENDENGARKAN calon pelanggan.
Kebanyakan penjual baru (termasuk saya dulu) bersemangat sekali untuk segera presentasi dan membeberkan produk kita yang luar biasa. Padahal jika kita berada pada posisi calon pembeli, langsung dibanjiri dengan presentasi seluruh produk, maka langsung dengan segera kita "il Feel" terhadap produk serta penjualnya sekaligus.

Jadilah konsultan bukan penjual. Periksalah dulu apa yang menjadi kebutuhan calon pelanggan. Jangan menebak-nebak, bertanyalah sampai terlihat jelas kebutuhannya.
Dari sharing pengalaman para teman-teman penjual, waktu "wawancara" kebutuhan ini tidaklah lama, rata-rata menghabiskan waktu 7 menit saja.

Untuk sederhananya langkah-langkah melakukan presentasi penjualan bisa diringkas menjadi empat langkah yang digambarkan dalam piramida penjualan



Alokasi waktu untuk membangun kepercayaan dan mengidentifikasi kebutuhan haruslah menjadi porsi yang paling besar. It's all about your customer needs, bukan tentang product knowledge. Pastikan bahwa calon pelanggan merasa anda mengerti betul tentang kebutuhan mereka saat itu. Bagaimana caranya? Lagi-lagi bertanya dan mendengarkan. Dengarkanlah masalah-masalah yang mereka hadapi dari situlah timbul kebutuhan.

Dari kebutuhan tersebut barulah kita mempresentasikan manfaat-manfaat produk kita yang dapat menghilangkan masalah prospek. Fokuslah pada solusi bagi prospek, jangan memberikan informasi tambahan lain yang dapat membingungkan. Fokuslah menjelaskan manfaat fisik dan manfaat emosional dari produk yang kita jual.
Dengan langkah tersebut maka closing akan jauh lebih mudah dan cepat.

Jadi tetapkanlah tujuan saat kita melakukan presentasi. Tujuan yang baik adalah untuk membangun komunikasi yang baik sehingga menciptakan relasi jangka panjang, barulah kita akan mendapatkan transaksi.

Wednesday, July 21, 2010

Revolusi Finansial

Perubahan datangnya seketika
Begitu pula dengan perubahan keadaan finansial kita. Bisa berubah seketika (dalam waktu yang tidak begitu lama maksudnya).

Teringat sekali saya bagaimana saya pertama kali mendapatkan ide ini (dari seorang guru). Saat itu saya mengikuti seminar Pak Tung untuk pertama kalinya dengan judul FINANCIAL REVOLUTION. Pada waktu itu seminar tersebut masih berlangsung 1 hari penuh. Sedang saat ini seminar yang sama menghabiskan waktu 3 hari berturut-turut.

Pak Tung membagi ilmunya dari pengalaman dan pelajaran yang dia ambil dari top-top guru diseluruh dunia. Dan segera menginspirasi saya untuk merevolusi keadaan finansial saya.
Berikut adalah beberapa hal yang bisa saya petik dan bagi untuk kita semua
Ditambah dengan sedikit pendapat pribadi saya tentang jumlah uang minimum yang harus di investasikan
Semoga Bermanfaat



Materi Pak Tung dapat dipelajari dari Bukunya, Audio Book, dan Seminar dengan Judul yang sama. I recommend you to use the materials / attend to his seminar.

FEAR NOTHING

Selepas acara success seminar jakarta tanggal 18 Juli 2010, saya berniat ingin menemui sobat saya yang sudah sukses dalam bidang penjualan. Akan tetapi memang menjadi sulit untuk berjumpa dan berbincang karena begitu acara sudah selesai sobat saya tersebut diserbu oleh puluhan (mungkin ratusan) fans yang ingin foto bareng. Saya juga heran kenapa pengen foto bareng ya orang-orang, padahal mungkin besok sesudah foto bareng mereka loyo kembali dan bingung bagaimana cara menjual. Mengapa tidak bertanya tentang hal-hal yang penting yang menjadi ganjalan dalam penjualan. Bertanya bagaimana mengatasi tantangan dalam penjualan. Sharing pengetahuan lebih penting dari pada foto bersama sang bintang.

Meski pada akhirnya saya tidak sempat berbincang dan hanya dapat mengucapkan selamat atas pemberian bonus dari perusahaan yang tidak kurang dari 300 juta. penungguan itu ternyata mendatangkan hikmah juga. Begitu saya tatap langit-langit sporthall britama tersebut terlihat jelas spanduk besar "sisa" pertandingan basket IBL disana. Tertulis besar sekali, spanduk terbesar di stadion tersebut hanya bertuliskan dua kata saja "FEAR NOTHING". wow! dua kata singkat yang dapat menjadi pelajaran dihari tersebut.

Dengan keberanian maka kesuksesan akan mudah diraih. Mengapa demikian? Karena sering kali penghalang pertama dan terkadang menjadi penghalang utama seseorang bisa menjadi penjual yang sukses dan mendapatkan segalanya adalah takut akan penolakan.

Rasa takut akan penolakan ini bukan sifat bawaan lahir, akan tetapi dilatih terus menerus dalam kehidupan kita. Pada saat lahir kita hanya mengenal dua rasa takut yakni takut akan ketinggian dan takut akan suara keras. Rasa takut diluar dua hal itu diatas merupakan hasil pemikiran, pembelajaran, atau pengaruh dari lingkungan kita.

Teringat dengan guru motivasi dahsyat indonesia yang mengatakan bahwa otak kita hanya menghindari sengsara dan mencari nikmat. dari dua hal diatas yang paling berpengaruh adalah sengsara. Otak kita 80% menghindari sengsara dan 20% mencari nikmat. Jadi wajar saja jika kita hadapkan langsung rasa takut presentasi melawan bonus besar jika mendapatkan penjualan, maka yang akan menang adalah rasa takut presentasi.

Rasa takut akan penolakan menurut saya harus dilawan pula dengan rasa takut apabila kita tidak mendapatkan penjualan. Jika kita tidak sukses menjual maka uang akan selalu pas-pasan bahkan kurang, tagihan kartu kredit membesar, hidup akan stagnan, tidak mampu membelikan kado istimewa untuk istri kita, terpaksa masih pake motor atau mobil yang sudah tidak enak dikendarai, dan hal-hal yang dapat membuat kita menderita lainnya.

Rasa takut akan penolakan ini karena bukan merupakan bawaan lahir maka dapat kita rubah dengan seketika. Kita harus yakin bahwa perubahan datangnya seketika. Ya benar sekali "PERUBAHAN DATANGNYA SEKETIKA". mari sama-sama katakan dengan suara lantang "PERUBAHAN DATANGNYA SEKETIKA!".

Contoh nyata perubahan datangnya seketika datang dari guru saya sang motivator DAHSYAT yang menceritakan tentang temannya yang hobi sekali makan monyet. Dia sering berburu ke hutan untuk menembak monyet dan membawanya pulang untuk dimakan. Pada suatu hari ketika dia sudah mendapatkan monyet, sewaktu monyet itu sudah disembelih ternyata dalam perut monyet tersebut terdapat seekor bayi monyet yang turut mati bersama induknya. Kemudian pemburu tersebut teringat akan anaknya dirumah dan seketika itu juga dia kapok untuk berburu dan makan monyet padahal sebelumnya hal itu sudah menjadi hobby yang menyenangkan baginya.

Ya perubahan datangnya seketika.
Hadapi ketakutanmu sampai rasa takut tersebut hilang. Bagaimana langkah awalnya adalah dengan menghadapkannya lagi dengan kesengsaraan yang amat sangat jika ketakutan tersebut tidak hilang.
Bertindaklah, segera lakukan presentasi jika takut presentasi. Segera telepon calon prospek untuk membuat janji temu jika itu hal yang ditakuti. Segera naik kepanggung dan berbicaralah didepan umum jika hal itu yang ditakuti.
Kemajuan kita terhambat sampai hari ini karena kita belum menghadapi rasa takut kita.

Saya kembali teringat akan perkataan tokoh Dre Parker (Jaden Smith) di KARATE KID saat pelatihnya Mr. Han (Jacky Chan) menasehati untuk berhenti bertanding. "Apa yang kamu coba untuk buktikan? sudahlah kakimu sudah terluka parah. Tidak usah bertanding lagi"
Lalu Dre Parker berkata "Tidak saya akan tetap bertanding, karena saya tidak mau keluar dari stadion ini masih dengan rasa takut. Saya tidak mau rasa takut itu tetap ada. Saya akan bertanding"

Masihkah kita mau membiarkan rasa takut mengurung kita dari kehidupan yang lebih baik bagi kita dan orang-orang yang dicintai?



P.S.: Tentunya ada rasa takut yang sejatinya boleh dan harus dipelihara yakni takut tidak dicintai Tuhan.